Jumat, 01 Juni 2012

pengertian sajak



Sajak itu apa? Robert C. Pooley pernah menyatakan bahwa "orang yang menutup
telinga terhadap sajak akan terpencil daripada satu wilayah yang penuh harta
kekayaan berupa pengertian tentang manusia". Sedangkan Gerson Poyk
berpendapat: "Dunia ini sebenarnya absurd sehingga manusia tidak dapat
mengerti akan dunia ini sepenuhnya dan tugas penyair tentunya berusaha
menggali rahasia kehidupan yang penuh misteri ke dalam bait sajak mereka."

Dan menurut H.B. Jassin, sajak itu adalah suara hati penyairnya, sajak lahir
daripada jiwa dan perasaan tetapi sajak yang baik bukanlah hanya permainan
kata semata-mata. Sajak yang baik membawa gagasan serta pemikiran yang
dapat menjadi renungan masyarakat.

Abdul Hadi W.M. menjelaskan bahwa sajak itu ditulis untuk mencari kebenaran.
Katanya lagi, "dalam sajak terdapat tanggapan terhadap hidup secara
batiniah". Oleh itu bagi beliau, di dalam sajak harus ada gagasan dan
keyakinan penyair terhadap kehidupan, atau lebih tepat lagi, nilai
kemanusiaan.

Aneh bin nyata, mungkin karena untuk mencari kebenaran inilah, sehingga
banyak sekali penyair kondang, pernah merasakan hidup di bui, mulai dari
Hamka s/d Rendra.

Saini KM menanggapi sajak sebagai berikut:
sebelum tintamu menjadi darah
kata-kata akan tetap tinggal bunyi;
kebisingan lain di tengah-tengah hingar-bingar dunia

Sajak itu sekelompok warna kata dalam misteri makna. Tugas penyair hanya
menulis. Tugas pengkritik adalah membedah sajak itu dengan pisau ilmunya
dan tugas anda (sebagai calon peperiksaan) adalah memberi apa-apa yang
diminta, bukan menghulur apa-apa yang ada (tahu).

Dan mungkin tepat juga apa yg ditulis oleh W.S. Rendra dlm sajaknya
"Sebatang Lisong"
penyair - penyair salon
yang bersajak tentang anggur dan rembulan
sementara ketidak adilan terjadi disampingnya
dan delapan juta kanak - kanak tanpa pendidikan
termangu - mangu di kaki dewi kesenian

Penyair si Burung Merak, W.S. Rendra lahir di Solo pada th 1935. Ia banyak
menulis sajak2 lirik dgn thema cinta yg dihubungkan dgn rasa keagamaan dan
mistik, seperti yg tercantum dlm kumpulan sajak2nya yg berjudul: " Empat
kumpulan sajak" (Kakawin Kawin, Malam Stanza, Nyanyian dari Jalanan dan
Sajak Duabelas Perak).

Bahkan harus diakui, bahwa mang Ucup juga pernah nyontek puisi dari Rendra
yg berjudul "Surat Cinta" untuk dikirimkan kepada seorang wanita pujaannya.
Tetapi sekarang sajak W.S. Rendra yg cocok untuk dicontek oleh mang Ucup
hanya "Sajak seorang tua untuk istrinya"

Sajak2 lainnya yg bertema keagamaan ialah Mazmur Mawar dan Sajak-sajak
Sepatu Tua. Sedangkan sajak2nya yang bertemakan politik seperti "Pamplet
Penyair" mulai ditulisnya sejak 1975.

Salah satu bait sajak dari Rendra yg sangat berkesan bagi saya ialah dari
sajak
Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang

Malam dan wajahku
adalah satu warna
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.

Tak ada pilihan
kecuali menyadari
biarpun bersama penyesalan

Apakah Anda tahu bahwa banyak sekali karya besar para pujangga yg di ilhami
oleh Alkitab? Bahkan kata "breakfast" sebenarnya berasal dari dua kata
"break" yaitu menghentikan dan "fast" ialah puasa, konsep kata ini bisa
diartikan juga sebagai menghentikan puasa atau buka puasa dan berasal dari
abad kelimabelas.

Perkataan "restaurant" untuk rumah makan yg banyak sekali digunakan di
berbagai macam bahasa dunia modern sekarang ini, asal muasal sebenarnya dari
Alkitab. Kata "rest" dlm restaurant berasal dari Matius 11:28 "Come to Me,
all you who labor and are heavy laden, and I will give you REST."

Pada abad ke 18, seorang pengusaha restorant di Paris yg bernama Boulanger
memasang papan reklame di depan rumah makannya dgn huruf tebal dan besar
dimana ia mengutip dan merubah text Alkitab tsb diatas menjadi "Come unto
me, all ye that are hungry and I shall RESTORE you" dari situlah perkataan
RESTORant mulai dipakai dan menyebar luas sedunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar